Ibu Hamil Harus Waspada, Kenali Penyebab Keguguran Ini

0
7
Ibu Hamil Harus Waspada, Kenali Penyebab Keguguran Ini
Ilustrasi keguguran

Penyebab keguguran harus diwaspadai dan dikenali oleh ibu hamil terutama pasangan muda yang baru pertama kali mengalami kehamilan. Padahal ini sangat penting untuk menjaga janin tetap sehat dan juga harapan hidup baru. Disisi lain malah banyak pasangan muda yang lebih mengetahui cara-cara menggugurkan kandungan baik itu secara medis ataupun alami. Mereka mengetahui makanan yang dapat menggugurkan kandungan dan obat penyebab kandungan. Alasan untuk menutup aib dan belum siap atau takut tidak bisa membiayai menjadi alasan yang wajar. Terlepas dari hal itu semua, keguguran atapun menggugurkan kandungan bersifat personal dan yang bersangkutan yang menanggung efek dari kejadian tersebut.

Sebelum lebih jauh membahas penyebab keguguran, ada baiknya kita mengingat kembali yang disebut dengan keguguran. Keguguran adalah kondisi kematian fetus atau janin, sebelum mencapai usia 20 minggu kehamilan. Seringkali, keguguran juga dapat terjadi saat sang ibu belum menyadari dirinya tengah hamil. Kebanyakan, keguguran terjadi sebelum kehamilan mencapai usia 13 minggu.

Keguguran, biasanya tidak mengganggu kehamilan selanjutnya. Setiap wanita yang pernah mengalami keguguran, masih dapat hamil kembali. Namun, pada beberapa wanita yang pernah mengalami keguguran lebih dari sekali, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut, untuk mengetahui penyebab keguguran.

Mengenal Gejala Keguguran

Anda perlu waspada pada kehamilan Anda, jika terjadi kram pada perut seperti sedang datang bulan, diikuti dengan timbulnya bercak darah keluar dari vagina. Namun, timbulnya gejala awal tersebut bukan berarti Anda mengalami keguguran. Saat keguguran terjadi, umumnya akan mengalami pendarahan, keluarnya gumpalan darah, rasa mual dan kram pada perut.

Biasanya, keguguran tidak terjadi secara tuntas dan plasenta bisa jadi masih tertinggal di dalam rahim. Jika ini terjadi, dokter akan meminta Anda melakukan prosedur kuret untuk mengangkat jaringan yang tertinggal. Agar tak mengganggu kehamilan berikutnya dan menghindari tumbuhnya miom dalam rahim.

Setelah proses kuret, diperlukan bed rest, karena kondisi tubuh akan terasa tidak nyaman, baik dari segi fisik dan psikis. Biasanya pendarahan juga akan terjadi selama seminggu. Hindari melakukan aktivitas seksual saat pendarahan belum berhenti total.

Mengenal Penyebab Keguguran 4 Bulan

Penyebab keguguran yang pertama, biasanya tidak terdiagnosis, dan besar kemungkinan calon ibu dapat menjalani kehamilan berikutnya dalam kondisi sehat. Jika keguguran sudah terjadi lebih dari sekali, diperlukan pemeriksaan menyeluruh, tes darah untuk memeriksa jika terdapat masalah genetik dan kadar hormon dalam tubuh ibu.

Penyebab umum terjadinya keguguran janin adalah keabnormalan genetik, seiring dengan pertumbuhan janin. Hal ini berlaku pada keguguran yang terjadi di trimester awal kehamilan. Sebesar 60% kehamilan dini mengalami keguguran akibat kelainan genetika. Kasus lainnya, sel telur yang sudah dibuahi, salah menempelkan diri atau tidak menempel sama sekali ke rahim.

Pada kondisi lain, adanya infeksi bakteri juga dapat berujung pada keguguran. Namun, jika setelah diperiksa penyebab keguguran adalah bentuk rahim yang abnormal, maka operasi dapat dilakukan, meski tidak ada jaminan kehamilan berikutnya akan berhasil. Kelainan kromosom pada janin termasuk kondisi yang paling sering menyebabkan terjadinya keguguran sebelum memasuki usia 13 minggu kehamilan.

Selain kondisi kesehatan di atas, kebiasaan konsumsi alkohol, merokok dan konsumsi obat-obatan tertentu meningkatkan risiko terjadinya keguguran. Penggunaan obat untuk mengobati malaria, jerawat hingga kanker, juga dapat menyebabkan terjadinya keguguran. Di sisi lain ada beberapa aktivitas penyebab keguguran seperti bekerja terlalu keras, sering mengangkat beban yang berat. Sedangkan aktivitas seperti berolahraga, bekerja hingga berhubungan suami istri tidak terbukti mengakibatkan keguguran.

Kondisi lain yang menyebabkan keguguran :

  • Infeksi virus
  • Infeksi TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes)
  • Infeksi mulut rahim atau rahim,
  • Infeksi secara umum, misalnya typus
  • Kelainan rahim, misalnya miom
  • Penyakit yang di derita oleh ibu hamil, misalnya diabetes
  • Autoimun pada tubuh ibu hamil, karena darahnya mudah membeku

Sebelum kembali hamil, pastikan Anda melalui setidaknya satu kali menstruasi. Cegah kehamilan, jika Anda belum datang bulan. Pasalnya, dua minggu setelah keguguran pun kehamilan dapat kembali terjadi.

Umumnya, keguguran ditandai dengan rasa mulas dan perdarahan yang terjadi secara bersamaan. Jika perdarahan tidak disertai rasa mulas, kondisi tersebut belum tentu dikatakan dengan keguguran. Adapun faktor lain yang bisa memicu keguguran, misalnya:

Usia ibu hamil
Sebaiknya Anda mengandung sebelum usia 30 tahun, atau maksimal sebelum usia 35 tahun, karena setelah melewati usia tersebut kandungan Anda akan semakin rawan mengalami keguguran, terutama setelah usia 40 tahun.

Gaya hidup tidak sehat
Misalnya merokok, konsumsi alkohol maupun penggunaan obat-obatan terlarang.

Pekerjaan berisiko
Misalnya pekerjaan yang berhubungan dengan bahan kimia, bisa meningkatkan potensi keguguran. Bukan berarti wanita dilarang bekerja saat hamil, justru dr. Handi Suryana, SpOG menyarankan ibu hamil untuk bekerja karena terbukti baik untuk kesehatannya.

Keguguran dapat dicegah dengan rutin memeriksakan kondisi kesehatan Anda bahkan sejak sebelum kehamilan dan sebisa mungkin menghindari kontak dengan orang sakit, terutama bagi ibu hamil yang berusia muda, agar tidak tertular infeksi penyakit. Namun terjadinya keguguran akibat kelainan kromosom, susah untuk dicegah, karena hal tersebut bersifat kebetulan dan biasanya tidak berulang. Kelainan kromosom merupakan seleksi alam terhadap hasil pembuahan yang tidak selalu menghasilkan embrio yang normal.

Sementara bagi Anda yang memiliki gangguan dengan autoimun, sebaiknya melakukan pengobatan lebih dulu, dimulai sejak sebelum hamil dan tetap menjalani pengobatan selama kehamilan. Selain itu, Anda pun bisa menghindari faktor yang telah dijelaskan sebelumnya, untuk mencegah kemungkinan terjadinya keguguran.

Untuk mengatasi keguguran, langkah pertama yang dilakukan oleh dokter kandungan biasanya akan mengosongkan rahim untuk membersihkan pendarahan melakui kuretase yang bisa dilakukan dengan cara vakum atau penyedotan maupun dengan cara pengerukan untuk ibu hamil yang berusia lebih tinggi.

Keguguran akibat infeksi yang belum diobati secara tuntas, kemungkinan bisa berpengaruh pada kehamilan berikutnya hingga menyebabkan terjadi keguguran berulang.

Bagi Anda yang pernah mengalami keguguran akibat kelainan kromosom, biasanya tidak mempengaruhi risiko keguguran pada kehamilan berikutnya. Anda pun tetap memiliki risiko keguguran sebanyak 15% pada kehamilan berikutnya, dan sama besarnya dengan risiko keguguran bagi wanita yang belum pernah mengalaminya.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here